Karya Cerpen

 📕 Judul: Langkah di Balik Kabut

✍🏻 Penulis : Yuniar P. Ningrum


Langkah di Balik Kabut

Kabut pagi masih membuat halaman sekolah ketika Dara berdiri diam di depan kelas. Hari itu, dia merasa berbeda. Bukan karena pelajaran Matematika atau karena dia lupa membawa PR. Tapi karena hari ini, dia harus berdiri menghadapi sesuatu yang selama ini dia menghindari berbicara di depan kelas.

Dara dikenal sebagai anak pendiam. Temannya hanya satu: Ayu, gadis ceria yang selalu menyemangatinya. Tapi seminggu yang lalu, Ayu harus pindah ke luar kota mengikuti orang tuanya. Sejak saat itu, Dara kembali menyendiri.

“Berani, Dara,” gumamnya sambil mengucapkan naskah pidatonya. Hari ini adalah giliran Dara untuk berpidato dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Ia nyaris meminta izin sakit agar bisa menghindar, namun suara Ayu di malam hari lewat telepon masih terdengar jelas.

"Kamu bisa. Kamu cuma belum coba, Dar. Aku percaya."

Ketika dia dipanggil, jantungnya seperti meloncat akan keluar. Kaki dan tangan dingin. Tapi Dara maju. Ia melangkah perlahan ke depan kelas, menatap puluhan mata teman-temannya.

Suara pertama gemetar. Tapi dia terus berbicara. Kata demi kata. Kalimat demi kalimat. Hingga akhirnya, ia menyelesaikan pidatonya tanpa ada yang tertinggal. Tepuk tangan pun menggema. Beberapa teman bahkan tersenyum kagum padanya.

Dara tersenyum kecil. Ia tidak percaya dirinya baru saja melakukan hal yang selama ini ia takutkan.

Saat kembali duduk, jantung terasa ringan. Di balik kabut ketakutan itu, ternyata ada cahaya keberanian yang selama ini tersembunyi.


Makna Cerita:

Cerpen ini mengajarkan bahwa keberanian bukan berarti tidak takut, tetapi berani menghadapi rasa takut itu sendiri. Terkadang, dukungan dari seorang teman bisa menjadi cahaya yang berakhir di jalan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertanyaan Tentang Materi Yang Ada Di Buku TKA