Tugas PJJ Tentang Pidato

 7 kalimat yang tidak boleh diucapkan oleh MC/Pewara

1. Pertama-tama marilah kita panjatkan... ✖️

Tidak tepat menggunakan kata "Pertama-tama", melainkan "Yang utama"

Contoh: Yang utama marilah kita panjatkan puji syukur✅

2. Bapak ibu hadirin yang kami hormati, untuk acara selanjutnya...✖️

Tidak tepat menggunakan kata Bapak dan ibu hadirin, karena "hadirin" sudah termasuk Bapak-bapak, Ibu-ibu, Anak-anak, Kakak-kakak. Jadi cukup menggunakan kata "hadirin".

Contoh: Hadirin yang kami hormati, untuk acara selanjutnya.....✅

3. Kepada Buk Rizky, kamu mohon untuk naik ke atas panggung✖️

Tidak perlu menggunakan kata "ke atas"

Contoh: Kepada Buk Rizky, kami mohon untuk ke panggung ✅

4. Kepada beliau kami persilahkan✖️

Bukan "Persilahkan" melainkan "Persilakan" 

Contoh: Kepada beliau kami persilakan✅

5. Untuk menyingkat waktu, marilah kita ke acara selanjutnya ✖️

Tidak tepat menggunakan kata "menyingkat" melainkan mengganti dengan kata "efisien".

Contoh: Untuk mengefisienkan waktu, marilah kita...✅

6. Waktu dan tempat kami persilakan ✖️

Kalimat tersebut tidak tepat, karena waktu dan tempat tidak dapat di persilakan karena yang maju adalah orang, sehingga yang tepat adalah: 

Contoh: Kepada beliau kami persilakan✅

7. Untuk menginjak acara selanjutnya yaitu...✖️

Kalimat tersebut tidak tepat, melainkan kalimat yang tepat adalah:

Contoh: Untuk acara selanjutnya yaitu...✅

Hubungan Antara Materi Tersebut 

Kalimat-kalimat yang tidak boleh diucapkan oleh MC/pewara berkaitan erat dengan materi pidato, karena MC termasuk penyampai pidato resmi. Dalam materi diajarkan bahwa bahasa harus:

1. Baku dan sesuai kaidah bahasa Indonesia

→ Contoh “persilahkan” salah, yang benar “persilakan”.

2. Santun dan efektif

→ Menghindari kata yang tidak perlu seperti “ke atas panggung” atau “menyingkat waktu”.

3. Logis dan tepat makna

→ “Waktu dan tempat dipersilakan” tidak logis karena yang dipersilakan adalah orang.

4. Tidak menimbulkan makna ganda atau keliru

→ Kata “menginj ak acara” bermakna kasar dan tidak sesuai konteks resmi.

5. Menggunakan istilah yang tepat

→ “Hadirin” sudah mencakup semua tamu, sehingga tidak perlu ditambah Bapak/Ibu.

6. Sesuai situasi resmi (formal)

→ MC adalah bagian dari pidato formal, sehingga pilihan kata harus tertib dan sopan.

7. Menunjukkan profesionalisme pewara

→ Kesalahan bahasa mengungkapkan kurangnya pemahaman materi pidato.

Kesimpulan:

Hubungannya dengan materi pidato adalah bahwa contoh-contoh tersebut merupakan penerapan kaidah kebahasaan pidato, terutama dalam pidato resmi, agar pertunjukan berjalan sopan, tepat, dan profesional.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertanyaan Tentang Materi Yang Ada Di Buku TKA